Sabtu, 26 Agustus 2017

Singkatan Gelar

Singkata Gelar Akademik
Gelar Akademik[1]
Gelar akademik dalam bahasa Belanda yaitu titel (dari bahasa Latin titulus ). Gelar akademik terdiri dari sarjana (bachelor ),
magister ( master ), dan doktor (doctor ). Gelar Sarjana (S1) Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain :
Dra. : Doktoranda
Drs. : Doktorandus
Ir. : Insinyur
Setelah tahun 1993, penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain :
S.AB. : Sarjana Administrasi Bisnis / Administrasi Niaga
S.Ag. : Sarjana Agama, saat ini berubah menjadi Sarjana Pendidikan (S.Pd)
S.Agr. : Sarjana Agroteknologi
S.AP. : Sarjana Administrasi Publik / Administrasi Negara
S.Ars. : Sarjana Arsitektur
S.Ds. / S. Ds. : Sarjana Desain,
S.E. : Sarjana Ekonomi
S.E.I. : Sarjana Ekonomi Islam
S.Farm. : Sarjana Farmasi
S.Gz. : Sarjana Ilmu Gizi
S.H. : Sarjana Hukum
S.H.I. : Sarjana Hukum Islam
S.Hut. : Sarjana Kehutanan
S.I.Kom. : Sarjana Ilmu Komunikasi
S.IK. : Sarjana Ilmu Kepolisian
S.In. : Sarjana Intelijen
S.IP. : Sarjana Ilmu Pemerintahan
S.IP. : Sarjana Ilmu Perpustakaan
S.IP. : Sarjana Ilmu Politik
S.K.M. : Sarjana Kesehatan Masyarakat
S.Ked. : Sarjana Kedokteran
S.Kel. : Sarjana Ilmu Kelautan
S.Kep. : Sarjana Keperawatan
S.KG. : Sarjana Kedokteran Gigi
S.KH. : Sarjana Kedokteran Hewan
S.Kom. : Sarjana Komputer
S.Mb. : Sarjana Manajemen Bisnis
S.P. : Sarjana Pertanian, berubah menjadi S.Agr : Sarjana Agroteknologi
S.Par. : Sarjana Pariwisata
S.Pd. : Sarjana Pendidikan
S.Pd.I. : Sarjana Pendidikan Islam
S.Psi. : Sarjana Psikologi
S.Pt. : Sarjana Peternakan
S.S. : Sarjana Sastra
S.Si. : Sarjana Sains
S.SI. : Sarjana Sistem Informasi
S.Si.Teol. : Sarjana Sains (Teologi)
S.Sn. : Sarjana Seni
S.Sos. : Sarjana Sosial
S.STP. : Sarjana Sains Terapan Pemerintahan
S.Sy. : Sarjana Syari'ah
S.T. : Sarjana Teknik
S.T.P. : Sarjana Teknologi Pertanian
S.Th. : Sarjana Teologi Kristen
S.Th.I. : Sarjana Teologi Islam
Sarjana merupakan jenjang pendidikan Strata-1 atau biasa disingkat S1 dan lulusan program pendidikan vokasi S1 Terapan/Diploma 4 (D IV). Beban studi untuk meraih gelar Sarjana umumnya adalah 144 SKS (satuan kredit semester) dan secara normatif ditempuh selama 4 tahun.Gelar Sarjana ditulis di belakang nama lulusan program studi Sarjana dengan mencamtumkan huruf “S.” dan diikuti dengan inisial gelar. [2] sedangkan Gelar Sarjana Terapan ditulis di belakang nama lulusan program studi Diploma IV dengan mencamtumkan huruf “S.Tr.” dan diikuti dengan inisial gelar. [3] Magister (S2) Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain :
MA. : Master of Art
M.A.R.S. : Magister Administrasi Rumah Sakit
M.AB. : Magister Administrasi Bisnis
M.Ag. : Magister Agama
M.Ak. : Magister Akuntansi
M.AP. : Magister Administrasi Publik
M.Cs. : Master of Computer Science
M.Farm. : Magister Farmasi
M.H. : Magister Hukum
M.Hum. : Magister Humaniora
M.Hut. : Magister Kehutanan
M.Kn. : Magister Kenotariatan
M.Kom. : Magister Ilmu Komputer
M.M. : Magister Manajemen
M.M.S.I. : Magister Manajemen Sistem Informasi
M.MPd. : Magister Manajemen Pendidikan
M.P.H. : Master of Public Health
M.Pd. : Magister Pendidikan
M.Psi. : Magister Psikologi
M.Si. : Magister Sains
M.Sn. : Magister Seni
M.Stat. : Magister Statistik
M.T. : Magister Teknik
M.TI. : Magister Teknologi Informasi
Magister merupakan jenjang pendidikan Strata-2 atau umumnya disingkat S2. Gelar magister ditulis di belakang nama lulusan program studi Magister, dengan mencantumkan huruf “M.” dan diikuti dengan inisial gelar. [4]
Doktor (S3)
Doktor adalah gelar akademik tertinggi yang dapat diberikan kepada seseorang yang menempuh pendidikan yang diperoleh dari perguruan tinggi. Doktor merupakan jenjang pendidikan Strata-3 atau biasa disingkat S3. Seseorang umumnya harus menempuh perkuliahan (kelas) dan diakhir melakukan penelitian untuk menyusun disertasi. Gelar Doktor ditulis di belakang nama lulusan program studi Doktor, dengan mencantumkan huruf “Dr.” dan dapat diikuti dengan inisial gelar. [5]
Contoh: Doktor Hukum (Dr. H.)
Gelar Akademik Baru
Berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dirjen Dikti )
Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) mulai tanggal 26 agustus 2010, [6] ditetapkan nomenklatur baru serta kompetensi lulusan untuk empat bidang ilmu, yakni: psikologi , ilmu komunikasi, ilmu komputer , ilmu administrasi dan arsitektur lanskap. Daftar gelar untuk lulusan keempat bidang ilmu tersebut adalah sebagai berikut:
Bidang Ilmu Psikologi
Sarjana
S.Psi. : Sarjana Psikologi
Magister
M.Psi. : Magister Psikologi Profesi
M.Psi.T. : Magister Psikologi terapan
M.Si. : Magister Psikologi Sains
Bidang Ilmu Komunikasi
Sarjana
S.I.Kom. : Sarjana Hubungan Masyarakat
S.I.Kom. : Sarjana Ilmu Komunikasi
S.I.Kom. : Sarjana Jurnalistik
S.I.Kom. : Sarjana Manajemen Komunikasi dan Media
S.I.Kom. : Sarjana Periklanan
S.I.Kom. : Sarjana Televisi dan Film
Magister
M.I.Kom.: Magister Ilmu Komunikasi
Bidang Ilmu Komputer
Lulusan perguruan tinggi pada bidang
ilmu komputer memiliki beragam gelar akademik, tergantung jenis perguruan tinggi dan nama fakultas yang menyelenggarakan jurusan/program studi.
Sarjana
S.E. : Fakultas Ekonomi (biasanya program studi Sistem Informasi).
S.Kom. : Fakultas Teknologi Informasi/ Sekolah Tinggi dengan pendidikan bidang
ilmu komputer .
S.Si. : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam / Fakultas Sains dan matematika
S.T. : Fakultas Teknik.
Magister
M.E. : Fakultas Ekonomi (biasanya program studi Sistem Informasi).
M.Kom. : Fakultas Ilmu Komputer /Sekolah Tinggi pada bidang pendidikan ilmu komputer.
M.Si. : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam /Fakultas Sains dan matematika
M.T. : Fakultas Teknik.
Bidang Arsitektur Lanskap
Diploma
S.Arl. : D-IV Arsitektur Lanskap
Sarjana
S.Sarl. : Sarjana Arsitektur Lanskap
Magister
M.Arl. : Magister Arsitektur Lanskap Terapan
M.Sarl. : Magister Arsitektur Lanskap
Bidang Administrasi
Sarjana
S.A.R.S. : Sarjana Administrasi Rumah Sakit
S.AB. : Sarjana Administrasi Bisnis
S.AP. : Sarjana Administrasi Perpajakan
Magister
M.A.R.S.: Magister Administrasi Rumah Sakit
M.A.B. : Magister Administrasi Bisnis
M.A.P.: Magister Administrasi Publik
Sementara untuk jenjang Doktoral (S3 ) pada keempat bidang ilmu tersebut tetap menggunakan gelar Doktor (Dr.)
Gelar akademik di Hindia-Belanda dan Belanda
Drs. : Doctorandus
Ir. : Ingenieur
Mr. : Meester in de Rechten
Gelar akademik di negara-negara yang menganut sistem Anglo-Saxon
Bachelor
B.A. : Bachelor of Art
B.Comp.Sc. : Bachelor in Computer Science
B.Eng. : Bachelor of Engineering
B.Sc. : Bachelor of Science
L.L.B. : Bachelor of Law
MBBS. : Bachelor of Medicine, Bachelor of Surgery
Master
L.L.M. : Master of Laws
M.A. : Master of Arts
M.B.A. : Master of Busines Administration
M.Com. : Master of Computer Science
M.Eng. : Master of Engineering
M.Eng.Sc. : Master of Engineering Science
M.Mar. : Master of Maritime
M.Pharm. : Master of Pharmacy
M.Sc. : Master of Science
M.Sport. : Master of Sports Science
M.Th. : Master of Theology
Th.M. : Theologiae Magister
Doctor
D.Th. : Doctor of Theology
Ed.D. : Doctor of Education
M.Phil. : Master of Philosophy (pra-S3)
MD : Doctor of Medicine
Ph.D. : Doctor of Philosophy
Gelar akademik di Jerman
Diplom-Ingenieur (Dipl.-Ing.)
Diplom-Kauffrau/Diplom-Kaufmann
Diplom-Wirtschaftsingenieur/-in
Doktor + Bidang Studi :
Dr. rer. nat.
Dr. phil.
Dr. iur.
Dr. rer. oec.
Dr. rer. pol.
Dr. med.
Dr.-Ing
Gelar Vokasi [7]
Gelar vokasi diatur oleh senat perguruan tinggi dan ditulis di belakang nama penyandang gelar yang berhak dengan mencantumkan singkatannya. Gelar vokasi di Indonesia: Ahli Pratama (A.P.), Ahli Muda (A.Ma.), dan Ahli Madya (A.Md.) diatur oleh Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 178/U/2001 tanggal 21 November 2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi. Sedangkan gelar Sarjana Terapan (S.Tr.) diatur oleh Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 888/E.E3/MI/2014 tanggal 17 Oktober 2014 perihal Penetapan Jenjang Kualifikasi dan Gelar Sarjana Terapan.
Ahli Pratama (A.P.) untuk lulusan Diploma Satu (D-I), antara lain:
A.P.Kom. : Ahli Pratama Komputer
A.P.Par. : Ahli Pratama Pariwisata
A.P.Pel. : Ahli Pratama Pelayaran
Ahli Muda (A.Ma.) untuk lulusan Diploma Dua (D-II), antara lain:
A.Ma.P.K.B. : Ahli Muda Pengujian Kendaraan Bermotor
A.Ma.Pd. : Ahli Muda Pendidikan
A.Ma.Pd.S.D. : Ahli Muda Pendidikan Sekolah Dasar
A.Ma.Pel. : Ahli Muda Pelayaran
A.Ma.Pust. : Ahli Muda Perpustakaan
Ahli Madya (A.Md.) untuk lulusan Diploma Tiga (D-III), antara lain:
A.Md.RMIK. : Ahli Madya Rekam Medik dan Informasi kesehatan
A.Md.A.A. : Ahli Madya Asuransi dan Aktuaria
A.Md.A.K. : Ahli Madya Analis Kesehatan
A.Md.A.K.P.: Ahli Madya Administrasi Keuangan dan Perbankan
A.Md.A.P.S.: Ahli Madya Administrasi Perkantoran dan Sekretari
A.Md.Ak. : Ahli Madya Akuntansi
A.Md.Far. : Ahli Madya Farmasi
A.Md.Ft. : Ahli Madya Fisioterapi
A.Md.G. : Ahli Madya Gizi
A.Md.I.K. : Ahli Madya Ilmu Komunikasi
A.Md.K.G. : Ahli Madya Kesehatan Gigi
A.Md.K.L. : Ahli Madya Kesehatan Lingkungan
A.Md.KA. : Ahli Madya Perkeretaapian
A.Md.Keb.: Ahli Madya Kebidanan
A.Md.Kep. : Ahli Madya Keperawatan
A.Md.Kom. : Ahli Madya Komunikasi
A.Md.L.L.A.J. : Ahli Madya Lalu Lintas Angkutan Jalan
A.Md.M.B.U. : Ahli Madya Manajemen Bandar Udara
A.Md.M.I.D. : Ahli Madya Manajemen Informasi dan Dokumen
A.Md.M.I.P. : Ahli Madya Manajemen Industri dan Perdagangan
A.Md.M.Log. : Ahli Madya Manajemen Logistik dan Material
A.Md.M.Tr.L. : Ahli Madya Manajemen Transportasi Laut
A.Md.M.Tr.U. : Ahli Madya Manajemen Transportasi Udara
A.Md.O.T. : Ahli Madya Okupasi Terapi
A.Md.Par. : Ahli Madya Pariwisata
A.Md.Pel. : Ahli Madya Pelayaran
A.Md.Pjk. : Ahli Madya Perpajakan
A.Md.Pol. : Ahli Madya Kepolisian
A.Md.Prs. : Ahli Madya Perumahsakitan
A.Md.Rad. : Ahli Madya Radiologi
A.Md.RO. : Ahli Madya Refkrasionis Optisien
A.Md.T.K. : Ahli Madya Teknologi Kulit
Sarjana Terapan Lulusan (D-IV) Setara dengan S-1 dan layak untuk menyandang gelar Sarjana
S.Tr diikuti inisial bidangnya.
S.Tr.Bid. : Sarjana Terapan Kebidanan
S.Tr.Kep. : Sarjana Terapan Keperawatan
S.Tr.Si. : Sarjana Tetapan Matematika dan Ilmu Alam
S.Tr.Sos. : Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial
S.Tr.T. : Sarjana Terapan Teknik
[1] Gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu
perguruan tinggi
[2] Pasal 11 Ayat (1) huruf d Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2014 Tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi.
[3] Pasal 11 Ayat (1) huruf e Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2014 Tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi.
[4] Pasal 11 Ayat (1) huruf f Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2014 Tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi.
[5] Pasal 11 Ayat (1) huruf h Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2014 Tentang Rumpun Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi.
[6] SEDirjen nomor 1030/D/T/2010
[7] gelar yang diberikan kepada lulusan jenjang diploma dari pendidikan vokasi atau akademi yang menghasilkan keahlian dalam bidang tertentu dari suatu
perguruan tinggi

Selasa, 11 April 2017

Senin, 03 April 2017

Telat nikah

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.
Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.
Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.
Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.
Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.
Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.
Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?
Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.
Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.
Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.
Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.
Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:
( ﻭﻛﺎﻥ ﻓﻀﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻚ ﻋﻈﻴﻤﺎ )
“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(An Nisa’: 113)
Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.
Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:
( ﻭﻟﺴﻮﻑ ﻳﻌﻄﻴﻚ ﺭﺑﻚ ﻓﺘﺮﺿﻲ )
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(Adh Dhuha: 5)
Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.
Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.
Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.
Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.
Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.
Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..
Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.
Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.
Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.
Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.
Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.
Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.
Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.
Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.
Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.
Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”
Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.
Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.
Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.
Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.
Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.
Aku dikagetkan dengan pernyataannya:
“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?
Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?
Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.
Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.
Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:
( ﻭﻟﺴﻮﻑ ﻳﻌﻄﻴﻚ ﺭﺑﻚ ﻓﺘﺮﺿﻰ )
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
( ﻭَﺍﺻْﺒِﺮْ ﻟِﺤُﻜْﻢِ ﺭَﺑِّﻚَ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﺑِﺄَﻋْﻴُﻨِﻨَﺎ )
“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)
Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu

Sabtu, 18 Maret 2017

Miskin

Dlm negara yg mempunyai pemerintahan baik,
Kemiskinan adalah sesuatu yg memalukan

Dlm negara yg mempunyai pemerintah buruk
Kekayaan adalah sesuatu yg memalukan